Berbicara tentang cinta, banyak sekali penjabaran tentangnya. Akan tetapi banyak orang mengalami gagal bercinta
Cinta itu ibarankan sebuah pohon kelapa yg tinggi menjulang ke langit, semakin tinggi cintanya akan menemui babak baru dalam pencapaiannya.
Cinta itu ibarankan sebuah pohon kelapa yg tinggi menjulang ke langit, semakin tinggi cintanya akan menemui babak baru dalam pencapaiannya.
Agama mengatakan bahwa cintanya seorang pasangan itu hanya ada dalam pelaminan, akan tetapi pada faktanya Agama tidak cukup kuat untuk meyakinkan ideologi manusia dizaman sekarang. Mereka bersikukuh dengan ideologi pengenalan cinta lewat penjajakan berpacaran.
Membenarkan Hubungan tanpa status dengan membawa syari'at ta'aruf yang salah sebagai nafsu pembenarannya.
Membenarkan Hubungan tanpa status dengan membawa syari'at ta'aruf yang salah sebagai nafsu pembenarannya.
Benarkah sesungguhnya pacaran itu proses penjajakan sebelum menemui babak baru dalam percintaan?
Ataukah hanya life style sosial, Free Sex's atau bisa di sebut Pemuas Nafsu Gratisan.
Ataukah hanya life style sosial, Free Sex's atau bisa di sebut Pemuas Nafsu Gratisan.
Asumsiku berkata bahwa pacaran hanya menjembatani kekecewaan, perselingkuhan dan paradigma-paradigma permasalahan baru yang menimbulkan gaya hidup berpasangan yang baru, hal itu bukan gaya baru dalam berpasangan, melainkan hanya mengulang kedzaliman dimasa lalu dengan kemurkaan tuhan yang membinasakan mereka dikala itu.
Yahhh...beginilah mayoritas masyarakat kita sekarang, lebih menyukai hal yang simple tanpa adanya norma dan adab yang harus di jaga.
Kesimpulannya adalah Cinta itu bukan hanya soal pengenalan semata, melainkan juga tentang pencapaian tingkatan tertinggi untuk mengenal tuhan.
0 Komentar untuk "Cinta yang semestinya"