Sore itu menunjukan waktu 15.50 saat sedang membantu tetangga menghantarkan undangan pernikahan ala pedesaan, dalam hati saya yang paling dalam ada hal yang mengganjal tentang seseorang yang bisa dibilang dekat denganku.
Namun sampai lebaran H+6 blm juga kunjung bertemu. Sempat tersirat mungkin dia memang bukan jodohku atau mungkin dia sudah melupakan aku.
Namun sampai lebaran H+6 blm juga kunjung bertemu. Sempat tersirat mungkin dia memang bukan jodohku atau mungkin dia sudah melupakan aku.
Tiba-tiba ketika aku duduk diatas motorku dengan beberapa karung nasi sebagai undangan ala pedesaan ada seseorang perempuan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi nan aku kira dia seorang pembalap perempuan, dia memanggilku dan menghentikan spedamotornya seperti dalam adegan film 2 fast 2farious...
Dengan pandanganku yang sedikit buram dari kejauhan mencoba memandangiperempuan itu sambil bertanya-tanya, siapakah gerangan..??? ada perempuan yang memanggilku dipinggir jalan serasa sangat tidak mungkin.
Setelah aku sadari itu adalah perempuan yang dekat denganku, aku mulai bingung mau ngomong apa.
Hanya bisa berkata dalam hati, "Baru saja aku berkata dalam hati kalo sampe gak ketemu mungkin dia bukan jodohku".
Hanya bisa berkata dalam hati, "Baru saja aku berkata dalam hati kalo sampe gak ketemu mungkin dia bukan jodohku".
tiba-tiba dia berkata berkata tentang hatinya.
"Dalam hati aku tadi bilang besok aku berangkat ke Jakarta, kalo sampe berangkat gak ketemu kamu, bakal lupain kamu, tp kalo ketemu mungkin kita jodoh"
Apaaaaa....!!!!!......:@++;*72+;0(#;!-@/;# kenapa bisa sama begitu mikirnya. ahhh mungkin cuma kebetulan ajah.
"Dalam hati aku tadi bilang besok aku berangkat ke Jakarta, kalo sampe berangkat gak ketemu kamu, bakal lupain kamu, tp kalo ketemu mungkin kita jodoh"
Apaaaaa....!!!!!......:@++;*72+;0(#;!-@/;# kenapa bisa sama begitu mikirnya. ahhh mungkin cuma kebetulan ajah.
Pertemuan singkat dan membingungkan, bingung harus berbuat apa untuk kedepannya, yang jelas bila dia memang sebagian tulang rusuku saat ini belum waktunya untuk melamarnya.
Saat ini aku hanya bisa berdo'a dan berharap kepada Allah sang pencipta semesta,
Jika memang dia jodohku pertemukanlah aku dikemudian hari dalam keadaan yg terbaik, dan bila memang dia bukan yang terbaik untuku pertemukanlah dia dengan seseorang yg baik agamanya.
Yang menjaga shalat lima waktunya, sempurna akhlaknya, dan menjadikannya seorang perempuan yang tetap bengkok seperti takdirnya.
Agar bisa menjadi perempuan yang menaungi dikala panas, dan menghangatkan dikala hujan bagi suaminya kelak.
Agar bisa menjadi perempuan yang menaungi dikala panas, dan menghangatkan dikala hujan bagi suaminya kelak.
Tugasku hanya memantaskan diri sebagai calon imam idaman setiap perempuan solehah. ada do'a disetiap sholatku untukmu. do'a yang terbaik untuk perempuan terbaik sepertimu.
Wassalam
0 Komentar untuk "Diam Dalam Do'a"